Beragamnya aktivitas UMKM di Desa panyosogan, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, tidak hanya menjadi tumpuan ekonomi keluarga, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai pilar utama kemajuan ekonomi desa.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Panyosogan ini bergerak di berbagai bidang, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga ke hasil pertanian. Seluruh bidang usaha ini yang menjadi Penggerak utama perekonomian desa.
Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh kelompok KKN UGJ, tercatat ada 16 pelaku UMKM yang aktif menggerakkan roda perekonomian di Desa Panyosogan. Sebagian produk dari usaha-usaha tersebut dipasarkan langsung di lingkungan desa, sementara sebagian lainnya telah merambah pasar di wilayah Kabupaten Kuningan dan luar Kapubaten Kuningan. Kehadiran data ini diharapkan menjadi fondasi awal yang kuat untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui program pendampingan, perluasan promosi, dan peningkatan daya saing produk,
Daftar UMKM Desa Panyosogan
1. Pengrajin Seeng pak Emon Tasman
an seeng menjadi salah satu usaha yang masih dijalankan masyarakat Desa Panyosogan. Salah satunya adalah usaha milik Pak Emon Tasman yang berlokasi di Dusun 2 RT 09 RW 04. Produk seeng yang dihasilkan dipasarkan melalui toko-toko serta menjadi pemasok bagi sejumlah pedagang seeng di Desa Panyosogan.
2. Rengginang Bu Wiwin
Bu Wiwin, warga Dusun 3 RT 11 RW 05, mengembangkan usaha rengginang sebagai salah satu produk olahan pangan. Produk dipasarkan melalui toko-toko dalam bentuk mentahan. Usaha ini juga telah memiliki pelanggan tetap, sehingga menjadi salah satu kekuatan dalam mempertahankan keberlangsungan pemasaran produk.
3. Seroja Bu Mimin
Salah satu produk yang menjadi bagian dari potensi olahan pangan Desa Panyosogan adalah Seroja milik Bu Mimin di Dusun 3 RT 11 RW 05. Produk Seroja dipasarkan melalui toko-toko dan pasar di wilayah Kuningan. Dari sisi legalitas, usaha ini telah memiliki sejumlah izin dan sertifikasi, yaitu sertifikat halal, PIRT, NIB, dan BPOM.
4. Sorabi ibu Nok
Kuliner tradisional sorabi masih menjadi bagian dari aktivitas usaha masyarakat Desa Panyosogan. Bu Kurniasih, yang beralamat di Dusun 3 RT 12 RW 05, menjalankan usaha sorabi nya di lingkungan rumahnya
5. Telur Asin Bu Enung
Usaha telur asin milik Bu Enung di Dusun 4 RT 19 RW 08 telah memiliki jangkauan pemasaran yang cukup luas. Produk dipasarkan melalui toko-toko dan telah tersebar ke beberapa desa. Selain penjualan melalui toko, konsumen juga dapat melakukan pemesanan melalui WhatsApp. Usaha ini telah memiliki sertifikat PIRT, yang menjadi salah satu bentuk legalitas dalam pengembangan produk pangan.
6. Singkong Keju Pak Dodi Rosadi
Pak Dodi Rosadi di Dusun 3 RT 12 RW 05 menjalankan usaha singkong keju dengan memanfaatkan penjualan langsung kepada konsumen. Produk dipasarkan melalui pedagang kaki lima di wilayah Luragung dan Ciawigebang, sehingga konsumen dapat menikmati produk secara langsung di lokasi penjualan.
7. Seroja Bu Siti Nurhasanah
Dengan pengalaman usaha yang telah berjalan selama 14 tahun, Bu Siti menjadi salah satu pelaku UMKM Seroja di Desa Panyosogan. Usaha yang berada di Dusun 4 RT 18 RW 08 ini memasarkan produknya melalui toko-toko setempat. Produk Seroja milik Bu Siti juga telah memiliki sertifikat PIRT.
8. Pengrajin Seeng Pak Armu
Selain Pak Emon Tasman, kerajinan seeng juga dikembangkan oleh Pak Armu di Dusun 3 RT 12 RW 05. Produk yang dihasilkan telah dipasarkan ke sejumlah pasar, antara lain Pasar Kuningan, Pasar Luragung, Sindanglaut, Karangsembung, dan Susukan Agung.
9. Jajannan PAsar Bu Anisa
Bu Anisa dari Dusun 4 RT 19 RW 08 menjalankan usaha jajanan pasar dengan sistem produksi berdasarkan pesanan. Konsumen dapat melakukan pemesanan melalui WhatsApp, sehingga pemasaran dapat dilakukan secara lebih praktis tanpa harus memiliki tempat penjualan khusus.
10. Sorabi Bu Darsinah
Usaha sorabi lainnya dijalankan oleh Bu Darsinah di Dusun 4 RT 19 RW 08. Produk dijual langsung dari rumah sehingga pemasaran masih berfokus pada konsumen di sekitar lingkungan tempat tinggal.
11. Pengrajin Cincin Pak Nana
Tidak hanya bergerak di bidang pangan, masyarakat Desa Panyosogan juga memiliki potensi di bidang kerajinan. Pak Nana Mulyana di Dusun 1 RT 01 RW 01 mengembangkan usaha sebagai pengrajin cincin. Menariknya, produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di wilayah sekitar, tetapi telah didistribusikan ke beberapa kota seperti Jakarta, Tangerang, Semarang, dan Cirebon.
12. Seroja Abah Oman
Pak Rohman merupakan salah satu pelaku usaha Seroja yang berada di Dusun 1 RT 01 RW 01. Produk dipasarkan di sekitar wilayah Panyosogan. Untuk memudahkan konsumen melakukan pemesanan, usaha ini juga menerima pesanan melalui WhatsApp.
13. Keripik Pisang El-Zannah
Keripik pisang menjadi salah satu produk olahan yang memiliki jangkauan pemasaran cukup luas. Pak Miftahudin beserta istrinya Ibu Nurjannah di Dusun 1 RT 04 RW 02 memasarkan produknya melalui WhatsApp dan jaringan pertemanan. Dari pemasaran tersebut, produk telah didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk Batam, Jakarta, dan Jawa Timur. Usaha ini juga telah memiliki sertifikat halal dan NIB.
14. Seroja Ceu Ipah
Usaha Seroja milik Bu Ipah di Dusun 1 RT 02 RW 01 menggunakan sistem pemasaran secara langsung melalui metode door-to-door, yaitu dengan menitipkan atau menawarkan produk secara langsung kepada toko-toko. Selain itu, konsumen juga dapat melakukan pemesanan melalui WhatsApp.
15. Pengrajin Kayu Pak H. Mualim
Potensi kerajinan Desa Panyosogan juga terlihat dari usaha pengolahan kayu milik Pak H. Mualim di Dusun 3 RT 11 RW 05. Produk kerajinan kayu dipasarkan di wilayah sekitar Desa Panyosogan.
16. Budidaya Jamur Bu Rini
Sektor budidaya juga menjadi bagian dari potensi UMKM Desa Panyosogan melalui usaha jamur milik Bu Rini di Dusun 2 RT 08 RW 03. Produk hasil budidaya jamur dipasarkan ke berbagai wilayah, termasuk Pasar Kuningan, serta disalurkan kepada produsen yang bergerak di bidang pengolahan jamur.
Keberagaman 16 UMKM tersebut memperlihatkan bahwa potensi ekonomi Desa Panyosogan tidak bertumpu pada satu jenis usaha saja. Mulai dari makanan tradisional, makanan olahan, budidaya jamur, hingga kerajinan seeng, cincin, dan kayu, setiap pelaku usaha memiliki karakteristik dan pasar masing-masing.
Sejumlah UMKM bahkan telah mampu menjangkau pasar di luar wilayah Panyosogan, seperti Jakarta, Tangerang, Semarang, Batam, Jawa Timur, hingga berbagai wilayah di sekitar Kuningan dan Cirebon. Di sisi lain, Masih terdapat UMKM yang pemasarannya terbatas pada lingkungan sekitar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Potensi UMKM Desa Panyosogan masih sangat terbuka untuk dikembangkan. Dengan pendampingan dan strategi yang tepat, produk-produk lokal. Panyosogan tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi produk unggulan desa yang dikenal lebih luas.



